Pesona Goa Rangko yang Mendunia

Labuan Bajo, 26 November 2015

Saya tidak mau menyiakan-nyiakan kesempatan tahunan saya dalam berlibur kali ini. Walau kondisi tubuh belum pulih sama sekali, akibat dari perjalanan hari sebelumnya, saya tetap memaksakan diri untuk mengunjungi salah satu goa yang katanya merupakan goa terindah di Nusa Tenggara Timur dan baru segelintir orang yang tahu tempat ini. Goa tersebut memiliki air yang sangat jernih, tempat untuk jump cliff sekitar 10 meter dan menurut salah satu bule yang pernah mencoba diving di dalam goa tersebut ada sebuah lubang di dalam air, yang menghubungkan dengan goa satunya yang tak kalah indah. Berbekal informasi itu, akhirnya saya memaksakan diri untuk mengunjungi goa tersebut, dan orang sekitar menyebutnya Goa Rangko.

DSC_0508 (Medium)

Kenapa dinamakan Goa Rangko?

Menurut salah satu warga, goa tersebut sebenarnya baru ditemukan beberapa tahun belakangan ini, dan belum punya nama sama sekali, akhirnya dinamakan Goa Rangko karena Goa tersebut berada di kampung Rangko.

Perjalanan menuju ke Goa Rangko sebenarnya sangat mudah sekali jika kita tahu rute mana yang akan dilalui, hanya saja rute yang seharusnya menjadi petunjuk tidak ada sama sekali. Untuk menuju kesini, tidak ada kendaraan umum yang langsung kesini, hanya ada pilihan, menyewa kapal motor laut atau rental sepeda motor.

Akhirnya perjalanan untuk ke Goa Rangko ini saya lakukan dengan menggunakan sepeda motor, karena berdasarkan info katanya dengan menggunakan motor laut lebih mahal ongkosnya (sekitar 600-700 rb dari Labuan Bajo) dan jarak yang ditempuh lebih panjang (sekitar 2 jam) serta jika air surut kita terpaksa harus berjalan kaki melintasi karang-karang untuk mencapai goa tersebut. Dengan modal nekat, saya meminjam sepeda motor seorang teman (Mas Heru, kerja di Kantor Statistik Kab. Manggarai Barat) dan tentunya gratis,..namanya juga temankan? Hehee… (kalau rental sepeda motor sekitar 100rb selama 24 jam). Setelah tanya kesana kemari, info yang kudapatkan, katanya untuk menuju kesana lewat depan Polres Manggarai Barat, menuju Golo Koe, dan jika ada pertigaan ambil jalan kiri (jalan tanah), dan selanjutnya ikuti jalan tersebut akan sampai ke Kampung Rangko.

Setelah menyiapkan segala perlengkapan, saya pun mulai dengan membaca basmalah (sebagai info, katanya jalanan sepi dan berbatu, sekitar 1 jam perjalanan), agak takut juga sihhh…takut diapa-apain, kan kalau dirampok lumayan juga ya…hahaaa. Mudah2an sih gag la yaa, soalnya kalau disini belum pernah dipalak kok katanya…tapi gag tahu juga lagi sial. Yeyyy…sama aja donk!!!

Perjalananpun ku mulai dengan santai, dan berusaha untuk menikmati setiap seluk beluk eksotisme salah satu pulau flores ini. Saya berangkat dari Kota Labuan Bajo, sekitar jam 08.00 WITA, dengan kecepatan motor sekitar 50 km/jam. Petunjuk awal menuju polres, dan di depan polres hanya ada satu-satunya jalan menuju Golo Koe. Akhirnya pertigaan yang menjadi patokan saya menuju Kampung Rangko ku lalui, setalah melewati pertigaan tersebut, informasi yang kudapatkan sebelum berangkat ternyata benar, sepanjang perjalanan sangat sepi sekali, hanya hutan-hutan kering yang mengelilingi, dan tidak ada satupun rumah penduduk yang ku temui selama perjalanan.

Setelah 30 menit perjalanan dari Labuan Bajo, ternyata jalan menuju ke Kampung Rangko memiliki aspal yang bagus sekali sehingga saya bisa berpura-pura jadi pembalap hingga 90 km/jam…hehee. dengar-dengar sih katanya jalan ini dibangun untuk jalur alternatef menuju Kabupaten-kabupaten di flores yang lain, mengingat Labuan Bajo merupakan pintu masuk ke Flores. Kenapa jalur ini yang dibangun, kata salah satu kontraktor yang menangani ini, jalur ini melewati pinggir dan menelusuri daerah pesisir pantai sepanjang flores, sehingga selama perjalanan akan disuguhkan oleh pemandangan laut yang mempesona. Akhirnya kira-kira 10 menit perjalanan di jalan aspal yang aduhai ituu.., tibalah saya di Kampung Rangko.

DSC_0602 (Medium)

Setelah tiba di Kampung Rangko, saya langsung bertanya ke salah satu penduduk mengenai cara ke Goa Rangko yang menjadi tujuan saya. Kebetulan penduduk tersebut memiliki anak (Pak Diman) yang biasa membawa tamu ke Goa Rangko, dan tawar menawar hargapun tidak bisa dihindari lagiii…hahaa. Akhirnya harga sewa motor dan menjadi guide ke Goa Rangko sebesar 150 ribu.

DSC_0582 (Medium)

Setelah harga dan kesepakatan telah disepakati, kami pun menuju ke Goa Rangko. Selama perjalanan pemandangan nan indah disuguhi oleh alam dan ternyata Kampung Rangko mempunyai dermaga kayu dan terumbu karang yang sangat indah (setelah pulang dari Goa Rangko, saya mengajak Pak Diman singgah ke dermaga kayunya, walau diluar kesepakatan..hehee. curang yaa!!!). Akhirnya setelah 10 menit perjalanan menggunakan kapal motor Pak Diman, kamipun tiba ke Goa Rangko.

DSC_0580 (Medium)

DSC_0513 (Medium)

DSC_0521 (Medium)

Untuk melihat Goa Rangko ini, kita mesti berjalan sekitar 5 menit dari pantai tempat berlabuh kapal motor. Setelah tidak sabaran untuk melihat secara langsung Goa Rangko, akhirnya saya tiba di mulut Goa, dan tak menunggu waktu lama, saya pun melompat ke dalam air di dalam Goa Rangko. Ternyata keindahan yang selama ini hanya saya nikmati melalui gambar, benar-benar merupakan lukisan Sang Pencipta yang sempurna. Goa Rangko ini memiliki Air, berbeda dengan goa-goa biasanya, air ini merupakan air laut yang terperangkap dengan kedalaman 3-4 meter dan memiliki tingkat kejernihan yang bagus. Stalaktit dan stalakmitnya pun sangat indah…(terus terang, saya gag paham yang indah kayak apa sih, yang pastinya mata saya gag bosan-bosan lihatnya..hehee), dan menjadi pamungkasnya adalah kita bisa jump cliff dari ketinggian 10 meter. Satu yang tidak bisa saya pastikan dari informasi sebelumnya adalah lobang di bawah goa yang katanya bisa menembus ke sisi goa lainnya, karena saya tidak punya alat diving…. Kasian banget yaaa..hehee.

DSC_0527 (Medium)

Setelah 1,5 jam bermain-main dan mengambil beberapa foto di dalam Goa, kamipun berranjak untuk pulan dan tentunya tidak lupa singgah ke dermaga kayu dan melihat terumbu karang yang indagnya.

DSC_0593 (Medium)

DSC_0591 (Medium)

DSC_0590 (Medium)

Sebagai tips:

  1. Jika kamu cewek, buat jaga-jaga mendingan ngajakin teman cowok, tapi cowok yang baik yaa (kayak saya..wkwk), jangan juga ngajakin yang jahat ya!!hehee…peace. Karena benar-benar sepi selama perjalanan.
  2. Sebelum berangkat, periksa kondisi kendaraan motor yang dipake, dan tentunya bahan bakarnya harus full, benar-benar tidak ada tempat mengisi bensin dan bengkel selama perjalan, kecual kalau sudah sampai ke Kampung Rangkonya.
  3. Makan yang banyak yaaa..soalnya gag warung bukan makan selama perjalanan, dan sebaiknya bawa camilan sendiri.
  4. Membawa senter dan alat renang (life jacket, masker n fins) untuk kegiatan di dalam Goa Rangko.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s